
Durian, sang “raja buah” yang digemari banyak orang, memiliki rasa khas dan aroma kuat yang tidak tertandingi. Meski harganya bisa cukup mahal, Anda bisa menanam sendiri pohon durian di pekarangan rumah atau kebun pribadi. Dengan perawatan yang tepat, durian bisa tumbuh subur dan berbuah lebat dalam beberapa tahun. Artikel ini akan membahas cara menanam pohon durian dari awal hingga masa panen, cocok untuk pemula maupun petani pemula yang ingin memulai budidaya durian.
1. Memilih Jenis Durian yang Unggul
Langkah pertama dalam menanam durian adalah memilih jenis bibit yang unggul. Beberapa varietas durian populer di Indonesia antara lain:
- Durian Montong: Ukuran besar, daging tebal, rasa manis.
- Durian Musang King: Asal Malaysia, rasa legit, daging kuning cerah.
- Durian Bawor: Cocok untuk dataran rendah, cepat berbuah.
- Durian Petruk: Khas Jepara, rasa manis legit, produktif.
Pilih varietas yang sesuai dengan ketinggian tempat dan iklim di lokasi Anda. Bibit durian bisa diperoleh dari hasil cangkok, okulasi, atau sambung pucuk. Untuk hasil terbaik, gunakan bibit hasil okulasi karena lebih cepat berbuah (3–5 tahun) dibandingkan biji (bisa 10 tahun lebih).
2. Syarat Tumbuh Pohon Durian
Durian tumbuh optimal di daerah tropis dengan ketinggian 100–800 meter di atas permukaan laut. Suhu ideal antara 25–30°C dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Tanah yang cocok adalah tanah lempung berpasir yang gembur, subur, dan memiliki pH antara 6–7. Pastikan lokasi tanam mendapatkan sinar matahari penuh dan tidak tergenang air.
3. Menyiapkan Lahan dan Lubang Tanam
Sebelum menanam, lakukan pengolahan lahan terlebih dahulu. Bersihkan gulma dan rumput liar di sekitar area tanam. Buat lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Biarkan lubang terbuka selama 1–2 minggu agar gas beracun dalam tanah menguap.
Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang matang sebanyak 10–15 kg dan tambahkan dolomit jika pH tanah terlalu asam. Jarak tanam ideal antara pohon durian adalah 8–10 meter agar tajuk pohon tidak saling menutupi.
4. Cara Menanam Bibit Durian
Setelah lubang tanam siap, masukkan bibit durian ke dalam lubang dengan hati-hati. Pastikan posisi batang tegak lurus dan tidak miring. Timbun kembali dengan tanah yang telah dicampur pupuk, lalu padatkan sedikit. Siram bibit dengan air secukupnya. Jika cuaca sangat panas, beri naungan sementara menggunakan daun kelapa atau paranet agar bibit tidak layu.
5. Perawatan Pohon Durian
Agar pohon durian tumbuh cepat dan sehat, lakukan perawatan rutin berikut:
- Penyiraman: Lakukan setiap hari di awal penanaman. Setelah 3–6 bulan, cukup 2–3 kali seminggu, tergantung cuaca.
- Pemupukan: Gunakan pupuk NPK dan pupuk organik secara berkala. Tambahkan pupuk kandang setiap 3 bulan, dan NPK setiap 2 bulan sekali.
- Penyiangan: Bersihkan gulma di sekitar pohon agar tidak mengganggu pertumbuhan akar.
- Pemangkasan: Pangkas tunas liar dan ranting yang tidak produktif agar nutrisi terfokus ke batang utama.
- Pengendalian Hama dan Penyakit: Waspadai hama seperti ulat, kutu daun, atau penggerek batang. Gunakan pestisida organik atau nabati untuk pengendalian secara alami.
6. Merangsang Pohon Durian agar Cepat Berbuah
Untuk mempercepat masa berbuah, beberapa teknik bisa diterapkan, seperti:
- Stres air: Mengurangi penyiraman menjelang musim hujan agar pohon fokus ke pembungaan.
- Pemberian hormon perangsang bunga: Seperti POC (pupuk organik cair) atau ZPT (zat pengatur tumbuh).
- Pemupukan dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi: Gunakan pupuk dengan komposisi P dan K lebih dominan saat pohon mulai dewasa.
Biasanya, durian hasil okulasi mulai berbunga dan berbuah pada usia 3–5 tahun jika perawatan maksimal dilakukan.
7. Masa Panen dan Tips Memanen
Durian biasanya dipanen saat musim kemarau, antara bulan Juni hingga September di Indonesia. Ciri durian matang di pohon antara lain aroma kuat, tangkai buah mengering, dan buah mudah lepas jika digoyang. Petik buah dengan tangkai sekitar 3–5 cm agar tidak rusak. Panen sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari untuk menjaga kesegaran buah.
Kesimpulan
Menanam pohon durian memang butuh kesabaran, namun hasilnya sangat menguntungkan. Dengan memilih bibit unggul, menyiapkan lahan dengan benar, dan melakukan perawatan rutin, Anda bisa menikmati hasil panen durian sendiri di rumah. Bahkan, jika dilakukan secara serius, budidaya durian bisa menjadi ladang usaha yang menjanjikan. Yuk, mulai tanam pohon durian dari sekarang dan rasakan manfaat jangka panjangnya!